Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 09 Februari 2012

Sedikit sedikt, lama lama menjadi bukit

"....jadi sebenarnya yang namanaya proyek rugi besar itu salah. Biasanya rugi besar itu karena rugi kecil - kecil, tapi banyak , sering....."

Kira2 seperti itulah penggalan kalimat yang disampaikan pak PM di tempat saya kerja sebagai tukang pas rembug mingguan minggu ini. Kok kaya nya pernah denger yang mirip mirip ini, tapi kok ya lupa juga......(mikir lama)
Oh iya, inget sekarang, nasehat seseorang tentang bahaya meremahkan dosa kecil. Dosa kecil bisa naik pangkat jadi dosa besar dengan 4 tips n trik :
1.Terus - terusan dilakukan.
2. Diianggap sepele.
3. Bangga karena telah melakukannya
4. Dilakukan secara terang benderang, (baca : terang - terangan)

Dosa dan  rugi itu kok kaya nya mirip ya, 11-12 lah, atau malah sama kali ya. Pangkal dari 4 tips n trik di atas adalah "meremehkan". Meremehkan muncul saat rasa peka mulai menghilang perlahan-lahan. Itulah buah karya mr.Sy (sebut saja syaitan - nama sebenarnya), kalau gagal ngajak dosa yang besar. Begitu pula sebaliknya, amal2 yang kelihatannya tidak besar, namun rutin dilakukan bisa jadi menjadi kunci masuk surga, sebagaimana Bilal yang mendahului Rasulullah SAW masuk surga karena selalu shalat 2 rakaat sebelum mengumandangkan adzan dan menjaga wudhu lalu shalat 2 rakaat setelahnya.

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah mengatakan, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku:

يَا عَائِشَةَ إِيَّاكَ وَمُحْقِرَاتِ اْلأَعْمَالِ فَإِنَّ لَهَا مِنَ اللهِ طَالِبًا

“Wahai ‘Aisyah, janganlah kamu meremehkan amal perbuatan yang kecil, karena sesungguhnya amal itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah.” (Hadits shohih. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam kitab Az-Zuhd dan dinilai shohih oleh Al-Albani dalam Shohiih Sunan Ibni Majah, no. 4233).


Mudah2an kita bukan termasuk golongan yang pada hari perhiitungan nanti kaget dengan amal buruk yang tahu2 membukit dengan sedikit - sedikit, mengalahkan timbangan amalan baik. Tapi bisa meniru Bilal yang konsisten dengan amal2nya.


Be Careful...! !
 
Cilegon, pinggir pantai yang ada kapal2 nya, 09/02/2012

*) Biar ga males bacanya, jadi singkat saja, karena sekedar corat coret supaya ga lupa saja.

Sabtu, 04 Juni 2011

Balada Televisi


Tergelitik dari sebuah obrolan di sebuah warung wedangan tempat saya dan teman2 seper-pengajian (yang mayoritas bapak2) berkumpul. Warung wedangan/ angkringan/ hik /kucingan yang menjadi basecamp hampir setiap malam, sekedar bercengkrama, maupun membahas apa yang baru saja disampaikan pak ustadz. Salah seorang teman bercerita bahwa tadi ada yang meminta tanggapan pak ustadz terkait sebuah program kajian kini sedang booming yang disiarkan di TV setiap pagi, namun pak ustdaz tidak bisa memberi jawaban karena tidak pernah menonton acara – acara televisi di rumahnya.
--------------------------------------------------------------------
Kasus di atas bukan yang pertama saya temui. Beberapa waktu yang lalu saat berkunjung ke rumah salah seorang teman senior, TV di ruang tengahnya tertutup kain yang dari penampilannya menandakan bahawa kain tersebut tidak pernah dibuka, atau dengan kata lain, TV tidak pernah dinyalakan.
--------------------------------------------------------------------
Bagi masyarakat kebanyakan, tentu ini merupakan sebuah hal yang sedikit aneh. Hampir setiap rumah di Indonesia mempunyai kotak hiburan yang bernama televisi ini. Melalui TV ini pula, informasi dapat disampaiakan kepada jutaan pasang mata dalam waktu yang bersamaan, baik itu informasi dengan muatan positif maupun negatif. Program – program televisi, ternyata begitu dahsyat pengaruhnya terhadap perilaku orang yang menontonnya, tontonan – tontonan yang disuguhkan lambat laun menjadi tuntunan bagi yang melihatnya, gaya hidup artis, musik, bahkan ide melakukan kejahatan dari tayangan kriminal.
Kalau melihat isi program TV di Indonesia, memang tidak sedikit yang hanya menyuguhkan tayangan kurang berisi dan tidak mendidik. Acara musik, hampir tiap hari, sore, malam, bahkan pagi. Pernah suatu saat lewat di jalan, anak kecil, mungkin TK aja belum, sudah melafazkan “cinta satu malam, oh indahnya “ dengan bahasa yang masih cadel atau pelo (dalam bahasa jawa). Selain itu, saya kadang berpikir, mereka yang biasa di pinggir panggung acara musik yang tayang pagi hari, joget-joget, apa pada ga sekolah....???
Selain musik, ada acara yang bikin kecanduan ibu2 mulai maghrib sampai larut malam, apa itu, ya benar, S.I.N.E.T.R.O.N. Kalau dulu waktu saya amsih SD, biasanya kalau udah jam9, acaranya tinggal Dunia Dalam Berita yang bikin males nonton dan akhirnya pilih tidur, lha sekarang, sinetron sampai jam 10 malam. Dari maghrib sampai jam 10, sekitar 4 jam, kita disuguhi cerita di luar nalar, tak jauh dari cinta, rebutan warisan, konflik yang tidak logis, air mata, plus musik pengiring yang mendayu – dayu membumbui setiap adegannya. Semakin miris tatkala mendengar ibu-ibu mengrumpikan isi cerita certa tadi malam sampai menebak – nebak bagaimana kelanjutannya nanti.
Jika hal yang melenakan atau memabukkan itu dilarang, minuman keras dan narkoba misalnya, dua tayangan di atas tak jauh beda. Ada dampak psikologis yang diterima para penikmat acara tersebut. Ada teman yang kuliah di psikologi bilang, terlalu banyak menonton sinetron, membuat porsi berpikir otak menjadi berkurang karena dipakai untuk menerima input yang berupa angan-angan belaka.
Kembali pada kotak bernama televisi. Kalau begitu apakah kita ga usah pasang TV aja di rumah. Bahkan ada yang ekstrim, TV haram, karena banyak mudharatnya. It’s up to you. Kuncinya adalah pada diri kita sendiri, itu yang saya pahami. Kalau memang bisa memilah dan memilih tontonan dengan konsisten, saya rasa tidak masalah. Saat menonton TV dengan anak misalnya, lebih bijak jika didampingi. Tapi kalau kita sebagai orang tua merasa kurang bisa mendampingi dan menyaring, meniadakan TV di rumah sepertinya juga pilihan yang cukup bijak, setidaknya berjaga-jaga untuk kemungkinan terburuk.
Tak bijak kalau menjadikan televisi sebagai kambing hitam. Manusia saja tidak mempunyai dosa bawaan, apalagi TV yang benda mati. Seperti hal nya motor, motor dapat dipandang bermanfaat oleh para pedagang karena penggunaannya memang tepat untuk membantu pekerjaan, namun dapat dipandang mudharat oleh orang tau yang anaknya gemar balapan liar. Segala kenyataan membutuhkan kedewasaan dalam penyikapan. Correct me if i wrong.

Senin, 16 Mei 2011

The Power of Words

 
            Jika ada sesuatu yang lembut, namun lebih tajam dari pedang, itulah lidah. Kata - kata yang keluar darinya, seringkali menimbulkan efek yang luar biasa, baik negatif maupun positif, dan bagi saya pribadi video tadi adalah salah satu contohnya.
        Entah itu video fiktif atau nyata, yang penting pelajaran yang bisa diambil. Seringkali ortu bilang "Di sekolah jangan nakal, jangan malas, ya" kepada anaknya, kalau saya lebih milih " Di sekolah yang nurut, yang rajin, ya" saat nganter adik ke TK. Teman yang belajar psikologi bilang, kata "tidak", "jangan" dan kata negatif lainnya cenderung lebih sulit dicerna otak. Meskipun saya ga tahu benar teorinya, tapi kayanya terbukti deh. Misalnya, masih kata teman saya, saat ada anak kecil di atas meja, dan dibilangin "Jangan naik, nanti jatuh", tapi anak tadi malah makin asyik di situ. Itu karena, otak lebih cepat memproses kata "naik". Lebih baik bilang "Ayo turun, hati-hati turunnya" maka itu akan lebih mudah dicerna otak si kecil. (Lho kok, jadi bahas masalah anak2, kan saya belum jadi bapak.....hehehe)
            Ya, itulah sebuah contoh efek kata-kata pada lingkup yang kecil. Dan dengan membiasakan diri menggunakan kata-kata positif. Bisa jadi dunia dapat kita rubah, atau setidaknya dapat kita beri warna. Ada sebuah pesan mulia,
 Dari Abu Hurairah r.a, sesungguhnya Rasulullah bersabda, “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam…” 
[HR Mutafaqun ‘alih]

yang saya pahami dari hadits ini adalah, bahwa kita dianjurkan untuk selalu proaktif menebarkan kebaikan melalui kata-kata, motivasi, nasehat dan doa. Kalau sekiranya kata-kata yang akan keluar akan menjadi keluhan, cacian, sumpah serapah, atau sesuatu negatif lainnya, diam lebih baik. Jangan sampai salah mengartikan dengan diam selalu dengan dalih bahwa diam itu emas. JIka diam adalah emas, maka perkataan yang baik akan merubah bongkahan emas menjadi perhiasan yang jauh lebih bernilai.

Kamis, 05 Mei 2011

Kisah seekor Sapi

Kisah seekor sapi

Suatu hari, seorang pak kiyai sedang berbincang dengan seorang cantriknya yang bernama Broto. (cantrik is someone who take cares almost pesantren needs and he also study there).
Cekitdot....

Pak kyai : Bro, sapinya udah dikasih breakfast lum?

Cantrik : Sudah pak kyai, tadi malah saya kasih soto daging sapi....

Pak Kyai : (ngkrik...ngkrik...ngkrik...) lha sing bener wae kamu bro....

Cantrik : ngafwan pak kyai, lha tadi saya abis makan soto, jadi ngawur njawabnya, ngafwan...
tadi sudah saya kasih makan kok, rumput segar yang mengandung 12 vitamin, 11 mineral
ples tambahan DHA dan omega 3, so, sapinya dijamin sehat wal ngafiat

Pak Kyai : Alhamdulillah, kerjamu bagus, Bro. Sini duduk sini, tak kasih ngelmu penting

Cantrik : ngelmu apa nggih ?

Pak Kyai : Do u know, why I ask you to look after this sapi ?

Cantrik : Yes, I do pak Kyai, sapi itu kan kita butuhkan tenaga nya buat mbajak sawah kita kan.
So, kita mesti merawatnya baik baik. dikasih makan yang cukup, biar tenaganya selalu
"greng", ga boleh kelaparan, ga bileh pileren, ga boleh ngileren, ga boleh sakit2an,
apalagi sampai opname dirumah sakit. Jaganya dikandang, e...kandang nya dijaga
mangsudnya. pokoknya harus telaten gitu deh.

Pak kyai : Gut, gut.ternyata kamu paham. nah, kalo ternyata si sapi gaweannya cuma molas males
cuma makan, boker, tidura ma kawin aja? padahal sawah pating blengkrah ga terurus ga
menghasilkan apa pa? what will u do?

Cantrik : hm...tergantung pak kyai. ada babaerapa alternatip.

Pak kyai : ouyeah...?
apaan tuh, coba sebutin, bro !

Cantrik : yang jelas, saya juga males ngurus dirinya. ngapain di ururs, lha wong kerjanya cuma
molas males molas males molas, mau bengak bengok kelaperan, jungkir balik,
atau diganggu wolverin juga sak karepnya, biarain ajah

Pak kyai : What else bro, ?

Cantrik : Ya paling saya jual pak kyai. Beli sapi yang lebih macho dan rajin kerja. atau kalo ga ya
semebeleh aja lah.
By tje way, ada apa to pak kyai, kok tiba tiba mak jegagik nanya kaya gitu ?

Pak Kyai : Hm Hm Hm..(dengan suara bijak)
itu ibarat umat ini, Bro. Kalo tidak mau lagi menjalanakan perintah dari Gusti Alloh, yakni
dakwah ngamal makrup nahimunkar, maka ya akan diperlakukan sama seperti sapi itu.

Cantrik : (manggut2, padahal belum paham..)
sama yang pegimana pak kyai ?

Pak kyai : pertama, doa kita ga akan lagi digubris lagi, ga akan diperhatikan lagi.

Cantrik : (mangut4, agak sedikit paham )
apa lagi pak Kyai ?

Pak kyai : Ya sama lagi kaya sapi tadi, "dijual" lalu diganti dengan sapi yang lain. Itu lho, kaya yang
di Surat Al Maidah ayat 54 itu. mbok kalo punya Quran itu dibaca, dipelajari, jangan cuma
di pajang di kamar tamu opo maning malah buat bantal.
"Barangsiapa diantara kalian murtad dari agama Nya, maka Allh akan mengganti dengan kaum yang Allah cinta mereka dan mereka cinta pada Allah. Lemah lembut pada sesama orang beriman dan keras (tegas) terhadap orang kafir. Mereka berjihad di jalan Allah dan tidak takut pada celaan orang yang mencela. Itulah karunia Allah yang Dia berikan pada siapa sajayang Dia kehendaki. dan Allah itu Maha Luas dan Maha Mengetahui"

Isinya tentang janji Allah bagi umat ini kalo mundur dari menegakkan kalimat Allah, maka akan diganti dengan kaum yang baru, yang mau menjalaninya. itu sejalan dengan surat At Taubah ayat 39, Bro..

" Jika kalian tidak berangkat (menegakkan kalimat Allah), makaAllah akan mengadzab kalian dengan adzab yang pedih dan akan mengganti kalian dengan kaum yang selain kalian, dan kalian (dengan kemksiatan kalian itu) tidak merugikan Allah sedikitpun. Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. "

Cantrik : wah, sangar juga pak Kyai, lha yang ketiga bagaimana pak Kyai ?

Pak Kyai : Yang ketiga ya disemebeleh kayasapi tadi. Babat abis, karena sudah melampaui batas. Kaya caritane Bani Israil itu lho, di surat Al a'raf 165 dan 166 :

" Maka Kami selamatkan mereka yang telah mencegah kejahatan, dan Kami siksa yang berlaku dholim itu dengan siksa yang bengis karena melanggar apa - apa yang kami larang, Kami katakan pada mereka : Jadilah kalian kera-kera yang hina !"

Cantrik : Nau'udzubillah min dzalik. Tapi pak Kyai, lha orang orang kapir itu kok malah berjaya, mangsiat sak kayange, tapi hidupe malah tambah dan tambah makmur....

Pak Kyai : Wah, pinter juga kamu Bro,. Nanti tak kasih tau lagi, sementara itu dulu. Step by step. atau buat pembaca yang ga sabar pingin ngasih tau Broto, cantrik saya ini, jawaban dari pertanyaannya di atas, silahkan berikan tanggapannya. Ga usah ketik reg(spasi) reg(spasi) an, langsung ajatulis dibawah ini. Oke...







Terinspirasi dari buku "Republik Genthonesia"

OP TI MIST

     Adalah manusiawi tatkala merasa galau, merasa hidup ini kurang adil, atau merasa selalu tertekan karena masalah yang tak kunjung selesai, ekspektasi berlebih dari orang2 di sekitar yang berujung pada tuntutan atau melihat orang lain selalu dilimpahi rizki, sementara kita yang setiap hari tak kurang 34 kali sehari mencium sajadah bersujud padaNya, selalu diuji dengan keterbatasan yang terasa tak ada batas akhirnya. Ya, itulah kehidupan, selalu pernuh dengan masalah dan tantangan. Jika ingin terhindar dari segala masalah kehidupan, tinggalkan saja dunia secepatnya.

     "Don't despair, and never loos hope. Cause Allah is always by your side." Benar apa yang coba disampaikan oleh Maher Zain, bahwa memang pada dasarnya Allah selalu dekat dengan hambaNya. Hati manusia selalu dibolak-balikkan, keimanan juga kadang naik kadang turun. Itulah yang membedakan kita dengan malaikat, dan justru itulah yang memungkinkan manusia lebih mulia daripadanya. Malaikat tidak perlu bersusah payah seperti halnya manusia agar keimannya selalu on fire. Resah, galau, stress atau putus asa pada dasarnyta timbul saat kita tidak menyadari kehadiran Allah An-Nashir, Yang Maha Menolong

<>وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar."  QS. Ath Thalaq ayat 2

     Ayat di atas mengingatkan kita untuk selalu menyadari kehadiran Allah. Ketaqwaan adalah bentuk kesadaran hamba akan Rabb nya. Allah hanya ingin kita melaksanakan perintah dan menjauhi apa yang dilarangNya. Melakukan kewajiban yang memang sudah selayaknya dilakukan hamba terhadap sesembahannya dan kita dijanjikan solusi, jalan keluar dari segala permasalahan.
     Mari belajar dari bayi. Pembaca yang budiman pasti pernah menjumpai bayi yang berhenti menangis ketika kemudian digendong sang ibu, ini karena dia merasakan ketentraman berada dalam pelukan ibunda. Terkadang kita merasa buntu dalam mengerjakan tugas, atau lupa menaruh sesuatu, begitu selesai menunaikan shalat tiba-tiba saja "Ting...." muncul titik terang. Mengingat Allah menjadikan hati tenang, dan peneleitian membuktikan bahwa otak dapat bekerja maksimal ketika berada dalam kondisi tenang. (mungkin) Itulah jalan keluar yang dijanjikanNya.

<>وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُ‌ۚ

"Dan memberikannya rizki dari arah yang tak disangka-sangka"  QS. Ath Thalaq ayat 3.

     Pernah lihat film "Emak ingin naik haji" ?. Meskipun hanya cerita fiksi, namun sarat akan pembelajaran memaknai kehidupan. Bercerita tentang seorang emak yang sangat kuat keinginannya mengunjungi Baitullah. Namun secara perhitungan logika manusia, karena penghasilan yang sangat kecil, sisa usia si emak tidak cukup untuk menunggu tabuangannya cukup untuk biaya haji. Sempat muncul asa,saaa si anak memenangkan undian berhadiah naik haji. Tapi apa mau dikata, si anak tertabrak mobil dan musnahlah impian menghajikan si emak dari hasil undian. Ya, rejeki yang belum menjadi jatahnya tidak akan pernah sampai meskipun sudah didepan mata, begitu pula sebaliknya, bisa jadi dia datang dari arah yang tak disangka-sangka, di mana logika manusia tak akan pernah cukup mampu menelaah kekuasaan Allah memberikan "bonus" untuk ketaqwaan hambaNya. Impian emak terkabul melalui pemenuhan nadzar tetangga si emak akan kelahiran bayi laki lakinya.
     Pembaca yang budiman, saat kita merasa pesimis, merasa tidak mungkin memperoleh rizki untuk memenuhi kebutuhan hidup, secara tidak langsung kita tidak lagi mengakui ke-Maha Kuasa-an Allah. Keislaman seseorang bisa jadi dipertanyakan jika hidup yang dijalani jauh dari optimisme, jauh dari kesadaran akan keberadaan Allah An-Nashir  Ar-Razaq. Karena sesama muslim adalah ibarat satu raga, mari saling mengingatkan, menasehati dan menyemangati.

Tetep sehat, tetep semangat.

Jatah Gagal, Jatah Berhasil

وَلا تَتَمَنَّوْا مَا فَضَّلَ اللَّهُ بِهِ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ لِلرِّجَالِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبُوا وَلِلنِّسَاءِ نَصِيبٌ مِمَّا اكْتَسَبْنَ وَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian daripada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.

Headline di sebuah koran tertulis “
“Setelah 9.955 kali GAGAL menemukan lampu, akhirnya Edison berhasil menemukan lampu yg menyala”
Edison, yang namanya tertulis tersebut  MARAH , ia mendatangi redaksi koran tsb dan minta bunyi Headline nya diganti.
Akhirnya, besoknya koran itu mengganti headline nya menjadi :
“Setelah 9.955 kali BERHASIL menemukan lampu yg ‘Gagal Menyala’ , akhirnya Edison berhasil menemukan lampu yang menyala”.

     Wow, andaikata pada percobaannya yang ke 9.955 atau percobaannya yang kedua Edison putus asa, atau dalam bahasa jawanya “mutung”, mungkin namanya tak kan setenar sekarang. Orang yang pada masa SD nya ini selalu duduk dibelakang karena menurutnya, itu adalah tempat paling pas untuk berimajinasi, sempat dicap bodoh oleh gurunya. Tak hanya itu, bahkan dikatakan tak punya masa depan.
Tapi, beruntung dia tak mewarisi sifat gurunya, yang mudah menyerah saat menangani anak “spesial” ini. Tidak mudah untuk bisa komitmen melanjutkan pekerjaan yang tak kunjung berhasil atau gagal. Saya yakin, , Edison adalah manusia yang optimis .Di alam bawah sadarnya, dia memahami betul bahwa semua manusia memilki jatah gagal dan jatah berhasil, dan kita tidak pernah tahu berapa jatah gagal kita sebelum akhirnya jatah tersebut habis dan tinggal keberhasilan yang tersisa.
     Saat kita mencoba melakukan sesuatu, pada dasarnya kita sedang mencoba membuka takdir, mencari tahu apakah kita sedang berada di jalur keberhasilan atau sedang menghabiskan jatah kegagalan. Jika kahirnya berhasil, bersyukurlah. Namun jika ternyata belum, bersyukurlah, karena semakin habis jatah gagal, semakin dekat pula dengan keberhasilan.
     Memang, rumput tetangga selalu nampak lebih hijau. Namun, sebenarnya hanya bisa sebatas memandang untuk menikmatinya. Tidaklah bijak iri hati melihat keberhasilan orang lain, karena kita sebenarnya punya kesempatan yang sama. Dan saat setiap tetes keringat terbayar dengan keberhasilan, bukankah kita sendiri yang akan menjadi orang paling bahagia di dunia atas keberhasilan tersebut ?